Yang “Dikutuk” Menulis Kebenaran

Seno adalah maestro. Ia memiliki dua profesi paradoks. Pengalamannya sebagai sastrawan jauh lebih banyak sebelum menjadi wartawan. Atas dua bidang itu, ia sangat lihai menyelundupkan kehendaknya (pandangan subjektif) dalam laporan jurnalistik dan sebaliknya, mengarang sebuah cerita fiksi seolah-olah merupakan fakta itu sendiri. Saya merasa kritik yang dilontarkannya terhadap jurnalisme dalam konteksnya di era dulu masih…

Read More