Benar. Tapi Tidak Lengkap

Viktor Laiskodat bilang laut adalah penyumbang oksigen terbesar di dunia. Bukan hutan. Media sosial pun riuh. Ada yang marah. Ada yang menertawakan. Ada juga yang bingung. Sejak kecil kita diajari satu hal: hutan adalah paru-paru dunia. Terutama hutan hujan tropis.Maka ketika ada pejabat bilang sebaliknya, rasanya seperti ada yang dibalik. Padahal, persoalannya bukan siapa benar…

Read More

Sebuah Ikhtiar Mengampuni Penjahat

Gara-gara nonton Beyond the Bar, pelan-pelan saya menemukan ketertarikan dalam dunia hukum. Tak menyangka algoritma mengantar saya pada the Lincoln Lawyer, lalu entah kenapa, dunia nyata menyeret saya untuk menghadiri kuliah umum ini, tentang hukum juga. Tema seminarnya cukup canggih; Optimalisasi Pendekatan Follow the Asset dan Follow the Money melalui Deffered Prosecution Agreement (DPA) dalam…

Read More

Pelajaran Moral dari Membunuh

Polisi: Kenapa ko pi tabrak orang banyak?!Sopir: Pak, sumpah niat ku cuma tabrak satu ji!Polisi: Satu orang? Ini buktinya korban tahambur begini!Sopir: Begini Pak… saya lagi menyetir, di tengah jalan ada pesta. Baru remku blong. Di seberang jalan, ada nenek-nenek sendirian. Nah, saya pikir, mending dia saja sa sikat. Daripada banya yang mati!Polisi: …Terus, kenapa…

Read More

UHO, Kampus yang Menyulam Harapan dari Desa

Membaca Visi Prof. Armid untuk UHO Global Seperti sebuah kapal yang hendak mengarungi samudra, Universitas Halu Oleo kini kembali menyiapkan layar dan menata arah anginnya. Di bawah kemudi Rektor Prof. Armid, kampus delapan penjuru mata angin itu hendak berlayar lebih jauh, menembus demarkasi lokalitas menuju cakrawala global. “Inovasi Berkelanjutan Menuju Kampus Global,” bukan sekadar jargon…

Read More

Cerita yang Tertinggal di Pasir Bokori

Pagi itu, langit seperti kanvas biru yang belum sempat tersentuh kuas. Angin laut membawa aroma asin. Beberapa langkah kaki terlihat tergesa menyusuri titian dermaga. Dan seketika, deru mesin perahu kecil meraung dalam gemericik biru yang dalam. Ada yang tersenyum sambil menenteng barang-barang, ada yang membawa sapu, perlengkapan makan, parang, bahkan ada yang cuma membawa semangat…

Read More

Meneroka Bahasa yang Nyaris Lenyap Lewat Bola dan Tawa

Bola Pinoama: Bahasa, Budaya dan Bola yang Menyatukan Di tengah gegap gempita dunia perfilman nasional yang semakin modern dan digital lewat genre populer, Alan, sineas kawakan dari Lande justru memilih kembali ke akar; bahasa dan budaya lokal. Ia menyuarakan keresahannya tentang semakin tergerusnya bahasa daerah, khususnya bahasa Wolio di kalangan generasi muda melalui film pendek…

Read More

Sulawesi dan Ikrar Diam-diam di Manado

Tak banyak yang tahu, bahwa sebuah ide besar kadang lahir dari pinggiran. Bukan dari kota besar yang hiruk pikuk, tapi dari kejauhan jazirah di tenggara pulau berjuluk Celebes, yang sejak lama menanam mimpi tentang keterhubungan, tentang pariwisata yang tidak hanya megah, tapi juga bermartabat. Sulawesi Tenggara, dalam diam dan kerja, pelan-pelan menabur benih gagasan itu….

Read More

Sultra dan Asa Menjadi Titik Singgah Kapal Pesiar

Ada yang istimewa di Pelabuhan Murhum Baubau, Minggu (13/7/2025). Kapal pesiar NV. Silver Cloud milik Cruise Asia Indonesia (Bali) melintasi selat Buton dan perlahan-lahan merapat. Dari balik dek, ratusan pasang mata wisatawan mancanegara menatap antusias Kota “Semerbak” Baubau, Sulawesi Tenggara yang belum pernah terdengar oleh mereka sebelumnya. Di hari itu, Baubau menjadi wajah pertama Sultra…

Read More

Naga Teluk Kendari dan Harga Tomat

Entah siapa lagi yang duluankan, bahwa di dalam teluk Kendari bersemayam seekor naga, terkurung, terpenjara dalam sedimen lumpur, tempat hukuman para dewa…. Bahkan, seorang pawang naga sudah repot turun tangan menghanyutkan tiga biji telur ayam kampung. Kita masih menunggu gebrakan petani tomat, yaa minimal klan pengendali Inflasi bisa beraksi. Supaya kita, bisa nyaman makan telur…

Read More

Mengapa Indonesia Raya Setiap Pagi?

Sekarang di kantor tiap jam 10 pagi wajib dengar dan nyanyikan lagu Indonesia Raya. Bukan karena mau upacara, tapi karena negara takut warganya lupa kalo tinggal di Indonesia. Mungkin, biar nasionalisme tetap hidup. Tapi rasa-rasanya nasionalisme kita sudah seperti tanaman hias—harus disiram tiap pagi pake lagu!. Sejak kebijakan baru turun dari langit birokrasi Pemerintah Sulawesi…

Read More

Ancaman Sunyi bagi Demokrasi

Entah siapa lagi yang karang ini istilah, saya pertama dengar ketika membaca satu artikel yang dikirim ke WAG. Rightsizing, secara harfiah, berarti “penyesuaian ukuran”. Dalam praktiknya, istilah ini digunakan oleh korporasi untuk menggambarkan restrukturisasi organisasi agar lebih efisien dan kompetitif. Tidak selalu identik dengan pemutusan hubungan kerja (PHK), tapi dalam banyak kasus—seperti yang terjadi di…

Read More

Ketika Laki-laki Jadi Budak Wanita

Jika dijalan, ketemu Ibu-ibu, naik motor, sen kiri tapi jalan lurus atau belok kanan. Segeralah menghilang. Mereka adalah Penguasa Bumi, mereka adalah Super Saiya dari Planet Namek yang memiliki tiga matahari, dan hitungan Waktu yang lebih pendek. Jadi jika tidak mau terbakar dan tidak mau berumur pendek, segeralah melenyapkan diri. Menurut Esther Vilar, penulis campuran…

Read More

House of the Dragon: A Fiery Precursor to Westeros

House of the Dragon berhasil menghidupkan kembali keajaiban dan intrik yang membuat Game of Thrones begitu fenomenal. Sebagai prekuel, serial ini dengan mahir membangun dunia Westeros yang lebih dalam, terutama dengan fokus pada dinasti Targaryen di puncak kejayaannya. Salah satu kekuatan utama serial ini adalah penggambaran yang luar biasa tentang dunia naga. Tidak hanya sebagai…

Read More

Pertarungan Doti 4.0

Catatan ini adalah tugas mata kuliah Filsafat Administrasi. Saya memilih tema bernuansa “doti 4.0” dilatarbelakangi oleh viralnya di media sosial (waktu itu) praktik penggunaan jasa dukun dalam pemilihan kepala desa serentak di suatu daerah di Sulawesi Tenggara yang menunjukkan bahwa dalam sistem demokrasi modern, pendekatan spiritual masih dipergunakan bersama dengan upaya kampanye maupun dalam tahapan…

Read More

Jaga Kewarasan dalam Seteru Laut China Selatan

Buih konflik di kawasan Laut China Selatan bisa menjadi bom waktu dan meledak tanpa ancang-ancang. Tetapi, komitmen dan kolaborasi Indonesia, claimant states, bersama ASEAN dan Tiongkok bisa merekayasa ledakan itu sebatas percikan letusan kembang api, dentumannya boleh menggelegar namun indah dipandang dan tidak merongrong kedaulatan siapapun. *** Demi kemanusiaan, menjaga stabilitas dan perdamaian di Laut…

Read More