NUANSASPORT – Reputasi gemilang Dispar Sultra gagal tercoreng usai menenggelamkan skuad Lintas OPD Pemkot Kendari di Rabu malam yang dingin di AZ Mini Soccer, kemarin.
Tim Dispar Sultra FC, yang akrab disapa The Sunrise, sukses meluluhlantakkan pertahanan tim Lintas OPD Pemkot Kendari dengan skor mencolok 8-4.
Tapi tunggu dulu, kemenangan ini tidak didapat dengan “simsalabim“. Ada bumbu-bumbu kepanikan di awal laga yang bikin nyali mengkerut.
Menit-menit awal pertandingan, para penggawa Dispar sepertinya terlalu menghayati makna sunrise. Ibarat matahari yang baru mau muncul, mereka masih malu-malu, redup, dan nyawa belum terkumpul.
Hasilnya? Tim Lintas OPD Pemkot Kendari langsung tancap gas tanpa tabe-tabe. Keringat belum membasahi jersey, gawang Dispar sudah jebol dua kali. Skor 2-0 untuk Pemkot. Sebelumnya sang kiper honor, Ikbal, sudah membuat alibi memang di awal, “kalo da gol sa nda tanggungjawab eh”. Alibi itu tentu untuk menyelematkannya dari skenario bully di kantor nantinya.
— Remontada Bengis Dimulai!
Remontada dimulai Ketika Simon Ellisetche mencoba membangkitkan kembali mentalitas pemain yang lantas menyadarkan bahwa skuat ini membawa nama besar Pariwisata Sultra. Alam semesta mendukung, tiba-tiba mesin The Sunrise panas. Dengan hadirnya kiper pengganti yang dipinjam dari Jati Bali United, mereka berhenti bermain seperti turis yang kebingungan cari alamat, dan mulai bermain seperti predator yang lapar. Striker Dispar yang datang dari pegunungan Enrekang tiba-tiba jadi malapetaka bagi lawan. Padahal sebelumnya dia alasan sedang sakit dan tidak enak badan, bikin alibi juga untuk antisipasi jika nanti ia gagal gacor.
Satu per satu gol dilesakkan. Permainan operan pendek yang tadinya berantakan dan takocar, berubah jadi skema mematikan. Tim Pemkot Kendari yang tadinya di atas angin, mulai merasa kalau anginnya telah berubah jadi puting beliung.
— Hujan Gol: Skor Akhir 8-4
Kebangkitan Dispar Sultra benar-benar bengis. Bukan cuma membalikkan keadaan, mereka seolah ingin memastikan lawan tidak bisa tidur nyenyak malam itu. Skor 8-4 menjadi bukti sahih bahwa kalau The Sunrise sudah benar-benar “siang”, panasnya bikin mendidih.
Kunci kemenangan Dispar Sultra diantaranya mentalitas yang perlahan terlatih. Tertinggal 2-0 bukan berarti kiamat, malah jadi penyemangat. Kemudian stamina, sebagai pengamat sepakbola Dispar, di awal-awal dulu mereka bernapas dengan lidah Sekarang menunjukan perkembangan signifikan, meskipun para atlet merupakan utusan OPD, tapi stamina dan larinya sudah seperti “betulan”
Selain itu, cara mereka mengalirkan bola sudah makin lancar dibanding aliran birokrasi pada umumnya yang njlimet dan bertele-tele.
Dengan kemenangan ini, tim Lintas OPD Pemkot Kendari terpaksa harus pulang dengan membawa “oleh-oleh” berupa kekalahan telak. Sementara itu, Dispar Sultra pulang dengan kepala tegak, membuktikan bahwa urusan pariwisata mereka jago, urusan “mengacak-acak” pertahanan lawan pun mereka pakarnya.
Pesan moral pertandingan semalam ialah harus selalu memaknai filosofi wisata. Tim Dispar membuktikan bahwa mereka sangat ahli dalam bidang hospitality. Mereka sengaja membiarkan lawan mencetak dua gol dulu sebagai bentuk “pelayanan tamu” yang ramah, sebelum akhirnya memberikan paket wisata “pembantaian” secara cuma-cuma.
Vamos Dispar.(*)

😆😆😆😆😆