NuansaSport – “Kita datang ke Porprov bukan hanya untuk bertanding, tetapi untuk menunjukkan prestasi bagi daerah yang kita wakili.” Pesan itu ditegaskan Sekretaris Umum Forki Kendari, Muh. Idrus Djafar, di hadapan 33 karateka pada pembukaan training center (TC) Cabor Karate menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara ke-15, di Gedung Baruga Sapta Pesona, Jumat (2/10/2026) sore.
Pesan semangat itu ditujukan untuk seluruh atlet karateka. Selama ini mereka berlatih di rumah masing-masing: Lemkari, Inkai, Shiroite, Tako, Inkanas, KKI, dan Goju ASS. Tujuh perguruan dengan tradisi dan cara latih sendiri-sendiri. Sore itu, tujuh rumah itu dipersatukan oleh satu panggilan dan satu nama; Kendari.
Idrus membuka TC mewakili Ketua Umum Forki Kendari, Dr. Muh. Ridwan Badallah, S.Pd., MM, yang berhalangan hadir karena menjalankan tugas lain. Meskipun demikian, sang ketua umum tak membuat pesannya absen dari ruangan. Ia menitipkan harapan yang tak ringan kepada para atlet. Jejaknya tertinggal di selembar surat pemanggilan bertanggal 1 Oktober 2026 yang ia teken sendiri.
Di dalamnya termuat tujuh ketentuan yang kini mengikat setiap atlet: hadir tepat waktu, menjaga disiplin dan kebugaran, patuh pada pelatih, hingga menjaga nama baik Forki, perguruan, daerah, dan keluarga. Surat itu ditutup dengan harapan agar pemanggilan dijalankan “dengan penuh tanggung jawab”.
Di antara 33 nama itu, enam akan menekuni kata, yakni jurus yang dimainkan seorang diri dan menuntut ketepatan setiap gerak. Dua puluh tujuh lainnya akan turun di nomor kumite, tempat tubuh berhadapan langsung dengan lawan dan keputusan harus diambil dalam sekejap. Dua nomor yang sama sekali berbeda wataknya, tetapi sore itu mendengar pesan yang sama.
“TC ini adalah tahapan yang sangat penting menuju Porprov. Kami berharap seluruh atlet memiliki komitmen dan daya juang yang tinggi selama mengikuti program latihan,” ujar Idrus.
Baginya, keringat di TC tidak berhenti pada nama pribadi. Ia mengingatkan bahwa setiap tetes ikut menjadi kehormatan bagi banyak pihak yang berdiri di belakang para atlet.
“Dengan kerja keras, kalian akan membawa harum nama daerah, perguruan, keluarga, dan diri sendiri,” tuturnya.
Karena itu, TC diminta tidak dipandang sebagai rutinitas. Idrus menyebutnya sebagai ruang menempa kemampuan teknis sekaligus mentalitas, dua hal yang kerap menentukan pemenang ketika kemampuan sama kuat. Syaratnya sederhana, tetapi tidak mudah, disiplin dan kepatuhan kepada pelatih.
“Ikuti seluruh kegiatan dengan disiplin dan patuhi arahan pelatih, agar terbentuk tim yang solid,” katanya.
Pesan yang sama ia titipkan kepada jajaran pelatih. Mereka diminta tidak hanya melatih, tetapi juga terus menimbang dan menilai.
“Kami berharap para pelatih dapat membina atlet dengan baik dan terus melakukan evaluasi, sehingga tim yang kita turunkan siap secara fisik, mental, dan taktik,” ujarnya.
Kata “evaluasi” itu bukan basa-basi. Surat pemanggilan yang sama menyebutkan bahwa penilaian selama TC menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan komposisi tim yang akan berlaga. Artinya, dipanggil belum berarti dipastikan berangkat. Di TC inilah setiap atlet harus membuktikan haknya atas tempat di tim.
Sore itu 33 nama dipanggil. Berapa yang akhirnya berdiri di arena Porprov akan dijawab oleh hari-hari latihan yang menanti di depan. (agr)

Daftar Atlet Peserta TC
Kata Putra (3 atlet)
Richard Darya Saputra (Inkai)
Muh. Fabian El Syirazy (Tako)
Muh. Zhulkifli Zainuddin (Lemkari)
Kata Putri (3 atlet)
Ariestya Putri Ghinaya (Tako)
Fiona Izzah Syah (Lemkari)
Salsabila Ramadani (Inkai)
Kumite Putra (14 atlet)
Muh. Alif Aprianto (Shiroite)
Muhammad Nurfaiz Said (Inkai)
M. Aditya Wira Pratama (Inkai)
Rizky Yulianto (Lemkari)
Rayyan Fitrah (Lemkari)
La Ode Sakti Sukmana Pantoga (Shiroite)
Juan Vargas Songkilawang (Shiroite)
Muhammad Ridwan Ghazaly (Inkai)
Muhammad Rezha Kulasa Quartafirga (Lemkari)
Muh. Nabil Alfayyadh (Inkai)
Muhammad Fairuz Syah (Lemkari)
Muhammad Rizky Apriansyah (Shiroite)
Afghany Islamsyah Badallah (Shiroite)
Al Bhany Islamsyah Badallah (Shiroite)
Kumite Putri (13 atlet)
Nathasya Marin Andika (Tako)
Tata Elisya (Goju ASS)
Anisa Dwi Utami (Shiroite)
Tiara Wanda Hamida (Tako)
Aprilianinur (Inkai)
Putri Rofiah Najwa Harmidin (Lemkari)
Ristan Rudi (Inkanas)
Riski Juliani (KKI)
Velisya Putri Jelita (Lemkari)
Aulya Fatimah Azzahra (KKI)
Aisha Salsabila (Inkai)
Syahrini Aprilia B (Inkanas)
Vetisya Putri (Lemkari)
