Kadamban & Wawonii: Pertempuran Kapitalisme Melawan Lokalitas
Nonton film adalah salah satu hobi saya, yang nirfaedah. Memang hobi itu sebaiknya pilihlah yang bermanfaat. Tapi untuk ini teapa-apa mi. Kadamban adalah film India. Yang saya suka dari sinema Bollywood adalah totalitas karakter jagoan. Ending-nya jarang bikin saya kecewa. Sutradara di sana kalo bikin peran jagoan, jagonya minta ampun nene moyang. Biar dikepung penjahat…
MENEMUKAN AJAL DI TANAH AFGHAN
“Hei, jangan dulu mati, kita adalah manusia kodok.” Kalimat itu diutarkan Marcus Luttrel – diperankan oleh Mark Wahlberg dalam Lone Survivor – kepada kompatriotnya yang sudah hosa waktu dikejar Taliban. Bagaimana tidak, mereka berlari di bukit-bukit menanjak. Tentu menguras tenaga. Sungguh, lari dari Taliban lebih melelahkan dibanding lari dari kenyataan. Padahal kejagoanan empat anggota Navy…
Menyelundupkan Kepentingan dalam Omnibus Law
Istilah Omnibus Law pertama kali diucapkan oleh Presiden Joko Widodo pada pidato kenegaraannya di hadapan parlemen pada periode kedua di tahun 2019. Rencana merampingkan regulasi dengan metode omnibus setelah beberapa kali melakukan kunjungan kerja ke beberapa fasilitas pelabuhan Pelindo yang melayani bongkar muat. Dari pengalaman itu, ditemukan fakta banyaknya regulasi yang tumpang tindih dan rentang…
Daya Hidup Khalid dan John Rambo
Selain Bollywood, saya addicted pada film ber-genre history, action dan war. Itulah sebabnya ketika membaca sirah Nabawiyah, saya selalu fokus di adegan perangnya. Sensasinya lebih terasa dibanding nonton serial Avenger. Misalnya pada perang Mut’ah. Nabi kita mengutus 3000 pasukan melawan Bushra yang saat itu keji membunuh utusan nabi untuk menyampaikan risalah. Bushra berani karena dibeking…
Pelajaran Moral dari Membunuh
Polisi: Kenapa ko pi tabrak orang banyak?!Sopir: Pak, sumpah niat ku cuma tabrak satu ji!Polisi: Satu orang? Ini buktinya korban tahambur begini!Sopir: Begini Pak… saya lagi menyetir, di tengah jalan ada pesta. Baru remku blong. Di seberang jalan, ada nenek-nenek sendirian. Nah, saya pikir, mending dia saja sa sikat. Daripada banya yang mati!Polisi: …Terus, kenapa…
Abdi Negara
Saya merekam momen ini pada November, waktu mendapat tugas liputan foto pelaksanaan SKD CPNS 2018. Saya berjalan pulang menuju parkiran motor, momen ini kemudian terjadi. lewat begitu saja. Tiba-tiba dan sangat cepat. Hanya dalam hitungan detik. Split second, split moment. Saya sudah tidak bisa meraih kamera yang telah aman di dalam tas. Saya salah perhitungan….
Mo Matimi Koran
Semua yang pernah hidup pasti mati. Tentang media cetak, koran misalnya, pernyataan pada awal paragraf ini sudah disentil sedikit oleh esai “From Papyrus to Pixel” pada website economist.com di tahun 2014. Beda dengan buku, koran cetak lebih terancam terdisrupsi. Subjektif saya simpulkan, bahwa transformasi digital memberi arah baru bagi insan pers. Bagaimana cara menulis berita, cara publikasinya…
Cerita Abang Husain yang Kecelakaan
Jumat, 12 Juli 2024, adalah hari yang tak akan saya lupakan—bukan karena saya memenangkan undian, tapi karena kaki kanan saya tergilas gir motor. Kelakuan Abi saya. Ya, tiga jari saya terluka parah sekali, bahkan satu jari hampir memutuskan untuk “resign” dari tubuh saya. Tapi tenang, saya tetap mempertahankannya, meski sepertinya dia sudah mengajukan surat pengunduran…
BELAJAR MENJADI PATRIOT LEWAT DAYA TARUNG LA ODE NGKADIRI
Di perairan Lohia, ia teguh menapakan kakinya, menyusuri inci demi inci titian, yang mengantarnya ke atas kapal MF De Flaming yang sekaligus menjadi saksi pengkhianatan atas dirinya. Kebulatan tekad mengembalikan supremasi mieno Wuna lewat perundingan dengan iming-iming perdamaian tidak lebih dari siasat licik imperium Belanda selain divide et impera, dalam menumbangkan tokoh-tokoh lokal. Ia terpaksa…
Benar. Tapi Tidak Lengkap
Viktor Laiskodat bilang laut adalah penyumbang oksigen terbesar di dunia. Bukan hutan. Media sosial pun riuh. Ada yang marah. Ada yang menertawakan. Ada juga yang bingung. Sejak kecil kita diajari satu hal: hutan adalah paru-paru dunia. Terutama hutan hujan tropis.Maka ketika ada pejabat bilang sebaliknya, rasanya seperti ada yang dibalik. Padahal, persoalannya bukan siapa benar…
Hugua yang Jenaka
Catatan ini saya tulis setelah meliput deklarasi pasangan calon gubernur Asrun dan Hugua di lapangan Benu-benua, Kendari, tahun 2018 silam. **** *Respon positif orang tertawa jauh lebih menular dibanding emosi negatif seperti menjerit atau menangis. *Diawali dengan suara seperti sedikit tercekik yang muncul dari belakang tenggorokan, lalu berakhir dengan tawa terbahak-bahak. Umumnya ini adalah bentuk…
Kebenaran Tak Selalu Menang
Menonton beberapa episode Beyond the Bar membuat saya mengenang kalimat Margarito Khamis saat mengikuti salah satu giat bedah buku yang ia hadiri, bahwa pengacara (penegak hukum non-aparat) itu, satu kakinya sudah menginjak neraka. Oleh karena itu harus pandai-pandai mengakali, agar kaki sebelahnya tidak ikut terperosok. Kalimat dari pakar hukum tata negara itu, seperti gema yang…
Asniwun Nopa: Selamanya Mengabdi, Tanpa Henti Menginspirasi
“Masih banyak pelosok negeri yang belum kita sambangi, masih banyak senyum anak negeri yang belum kita nikmati”, (Asniwun Nopa). Daripada mengutuk kegelapan lebih baik menyalakan lilin peradaban. Semangat itulah yang ingin diteriakkan seorang Asniwun Nopa dalam merespon problematika pendidikan di Sulawesi Tenggara (Sultra). Dengan latar belakang pendidikan di bidang hukum, membuat seorang Asni jeli dalam…
Pemain yang Bernapas dengan Lidah
“Sebenarnya tim Dispar Sultra FC bisa menang, satu-satunya kelemahan kita adalah kita cuma lemah saja,” begitu kata Komang, seorang Cules sejati. Sebuah motivasi biadab yang mampu mencabut Semeru dari akarnya. Tadi malam ada jadwal pertandingan eksebisi bertajuk Wonderful Match mempertemukan Dispar Sultra FC VS BRI Kendari FC di Aleena Mini Soccer. Laskar Bokori julukan Dispar…
